Pameran Rumah Peradaban Festival Lembah Balim ke 27

Pameran Rumah Peradaban Festival Lembah Balim ke 27

Dalam kerangka Festival Budaya Lembah Balim (FBLB) ke 27 tahun 2016, Balai Arkeologi Papua turut serta dalam event tersebut, dengan melakukan Pameran Arkeologi sesuai tema Festival: Warisan Budaya Sebagai Jejak Peradaban. Kegiatan pameran ini dilaksanakan di lokasi festival di Distrik Welesi pada tanggal 8 s.d 10 Agustus 2016.

Keikutsertaan Balai Arkeologi Papua dalam event ini adalah untuk mewujudkan salah satu aktivitas dalam pengembangan Rumah Peradaban yaitu pameran. Dalam pameran arkeologi, materi yang ditampilkan adalah berupa artefak-artefak temuan dari kawasan pegunungan tengah Papua dan juga poster-poster yang berisi tentang hasil-hasil penelitian arkeologi khususnya di wilayah Lembah Balim - Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua.

Pameran arkeologi ini, mendapat respon positif dari berbagai elemen masyarakat, hal ini terbukti dari banyaknya jumlah kunjungan ke stand Balai Arkeologi Papua seperti kunjungan Bupati Kabupaten Jayawijaya, Kementerian, Kadis Budpar, Kejaksaan, PNS, POLRI, Dosen, Guru, Jurnalis, Tour Guide, Tourist, masyarakat adat, masyarakat umum, fotografer, pilot, dokter, pastor, mahasiswa, pelajar, dan lainnya. Selain itu, respon positif juga terlihat dari sejumlah komentar-komentar pengunjung dan terutama dari Bupati Kab, Jayawijaya Bpk. Jhon Wempi Wetipo yaitu tentang materi pameran dan harapan ke depan bahwa di wilayah Lembah Baliem perlu didirikan Museum untuk menyimpan benda-benda budaya Lembah Baliem yang bernilai adiluhung, agar tetap lestari dan memberi manfaat bagi masyarakat dari semua kalangan khususnya dari dunia pendidikan. Di samping itu, objek-objek pameran yang ditampilkan juga menjadi objek foto maupun objek berselfi ria dari para pengunjung.