Pameran Rumah Peradaban Situs Tugu Mac Arthur

Pameran Rumah Peradaban Situs Tugu Mac Arthur
Pameran Rumah Peradaban Situs Tugu Mac Arthur
Pameran Rumah Peradaban Situs Tugu Mac Arthur
Pameran Rumah Peradaban Situs Tugu Mac Arthur
Pameran Rumah Peradaban Situs Tugu Mac Arthur
Pameran Rumah Peradaban Situs Tugu Mac Arthur
Pameran Rumah Peradaban Situs Tugu Mac Arthur
Pameran Rumah Peradaban Situs Tugu Mac Arthur
Pameran Rumah Peradaban Situs Tugu Mac Arthur
Pameran Rumah Peradaban Situs Tugu Mac Arthur
Pameran Rumah Peradaban Situs Tugu Mac Arthur
Pameran Rumah Peradaban Situs Tugu Mac Arthur
Pameran Rumah Peradaban Situs Tugu Mac Arthur
Pameran Rumah Peradaban Situs Tugu Mac Arthur
Pameran Rumah Peradaban Situs Tugu Mac Arthur
Pameran Rumah Peradaban Situs Tugu Mac Arthur
Pameran Rumah Peradaban Situs Tugu Mac Arthur
Pameran Rumah Peradaban Situs Tugu Mac Arthur

Situs arkeologi merupakan sumber informasi tentang masa lalu yang berkaitan dengan sejarah peradaban manusia dengan keragaman cagar budaya dan tersebar di seluruh wilayah Indonesia termasuk di wilayah Papua, yang dibingkai dalam kebinekaan. Papua memiliki tinggalan budaya yang beraneka ragam dengan karakter masyarakat yang unik, eksotis serta memiliki identitas kearifan lokal. Oleh karena itu hasil penelitian arkeologi di wilayah Papua seyogyanya menjadi sumber informasi dalam pengembangan kebinekaan oleh siapapun. Penelitian yang dilaksanakan merupakan salah satu upaya untuk mengungkapkan dan mengenal jati-diri bangsa yang dapat dipakai sebagai bahan ajar pendidikan dan meningkatkan wawasan masyarakat akan sejarah - kebudayaan bangsa untuk masa sekarang, serta dapat didayagunakan untuk masa akan datang.

Pada kegiatan pengembangan dalam kerangka “Rumah Peradaban” yang menjadi program Nasional dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, Balai Arkeologi Papua melakukan kegiatan dengan menghadirkan konsep Rumah Peradaban di kalangan pelajar tingkat SMP dan SMA/SMK. Hal ini didasari sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat khususnya pada tingkat pelajar akan arti pentingnya memahami kemajemukan dan keragaman budaya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Wujud kegiatannya “Rumah Peradaban Situs Tugu Mac Arthur”. Kegiatan ini mengundang pelajar tingkat SMP dan SMA/SMK di kabupaten Jayapura provinsi Papua. Lokasi kegiatan dipusatkan di situs Tugu Mac Arthur, Ifar Gunung, Kawasan Rindam XVI Cenderawasih pada tanggal 15 September 2016. Adapun peserta yang dilibatkan dari kalangan pelajar tingkat SMP sebanyak 50 orang, begitu pula dengan pelajar tingkat SMA/SMK dengan jumlah 50 orang dan masing-masing di damping oleh guru sejarah/IPS. Daftar peserta sekolah SMP : SMP Negeri 1 Sentani, SMP Negeri 2 Sentani, SMP Negeri 6 Sentani, SMP Negeri 7 Sentani, dan SMP YPPK Sentani. Peserta dari SMA/SMK yaitu : SMA Negeri 1 Sentani, SMK Negeri 1 Sentani, SMA YPPK Asisi Sentani, SMA Al Fattah, dan SMA YPK Sentani.

Bentuk kegiatan yang dilakukan meliputi sosialisasi tentang Rumah Peradaban, pengenalan arkeologi, pemutaran film, mengenal situs dan sejarah Mac Arthur, dan game interaktif.

Kegiatan ini diharapkan menjadi lokomotif dalam pengembangan dan peningkatan kebinekaan. Pemahaman tentang arti pentingnya peradaban sebagai bagian dari identitas masyarakat terutama tingkat Pelajar SMP dan SMA/SMK.

Sejalan dengan itu dari konsep dari rumah peradaban yakni Idealisme dari sebuah Rumah Peradaban, yaitu sebuah kompleks pemasyarakatan dan pemanfaatan arkeologi yang di dalamnya terdapat: Museum lapangan, Pusat studi (dengan laboratorium), dan Ruang publik. Hal yang utama dalam penguatan karakter bangsa dan negara dalam ranah kebinekaan serta pemahaman peneguhan jati diri bangsa dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia