Rumah Peradaban Gunung Penanggungan

Rumah Peradaban Gunung Penanggungan

Trawas, Mojokerto – Pusat Penelitian Arkeologi Nasional kembali menyelenggarakan Kegiatan Rumah Peradaban yang diselenggarakan di Pendopo UBAYA Penanggungan Center, Integrated Outdoor Campus – Tamiajeng, Trawas, Mojokerto, Jawa Timur pada tanggal 10 Desember 2018. Penyelenggaraan kegiatan ini bekerja sama dengan Universitas Surabaya yang juga turut andil dalam menjaga kelestarian Situs Gunung Penanggungan. Kegiatan Rumah Peradaban merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh Pusat Penelitian Arkeologi Nasional dalam rangka memasyarakat hasil – hasil penelitian arkeologi ke Masyarakat. Program ini diharapkan dapat menanamkan nilai – nilai penting dan pendidikan karakter dari masa lalu sehingga menjadi inspirasi bagi masyarakat khususnya bagi generasi muda.

Kegiatan Sosialisasi Rumah Peradaban Gunung Penanggungan dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari stakeholder yaitu Pemerintah Daerah setempat yang diwakili oleh Dinas Kebudayaan Provinsi Jawa Timur, Perwakilan Guru – Guru SMA, Siswa – Siswi SMA, dan Komunitas Masyarakat Pecita Cagar Budaya yang berdomisili di Jawa Timur.

Kegiatan Rumah Peradaban Gunung Penanggungan dilaksanakan dalam bentuk pemaparan hasil kajian dan pemaknaannya. Kegiatan ini dibuka oleh Drs. Heddy Surachman selaku Kepala Bidang Pendayagunaan Hasil Penelitian, kemudian dilanjutkan pemaparan oleh dua Narasumber yaitu Drs. Bambang Budi Utomo, Peneliti Senior dari Pusat Penelitian Arkeologi yang memaparkan tentang histori – kultural Situs Gunung Penanggungan. Narasumber kedua yang memberikan paparan adalah Andi M. Said, Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Timur yang memaparkan pentingnya upaya pelestarian yang harus diupayakan oleh Pemerintah Daerah dan Komunitas Masyarakat Pecinta Cagar Budaya.

Selain kegiatan pemaparan hasil kajian, Kegiatan lain yang juga dilakukan dalam kegiatan ini adalah ekskursi yang dilakukan Pusat Informasi Penanggungan milik UBAYA untuk memberikan pengetahuan kepada siswa tentang sejarah – budaya Situs Gunung Penanggungan. Setelah itu, kegiatan diskusi antara narasumber dengan Komunitas Masyarakat Pecinta Cagar Budaya juga dilakukan untuk mendapatkan gambaran mengenai upaya pelestarian yang harus dilakukan di Situs Gunung Penanggungan. Untuk menunjang kegiatan utama tersebut, dilaksanakan pula beberapa kegiatan pendukung yang berupa pembuatan materi promosi dan publikasi, buku pengayaan, alat peraga pendidikan, serta event kits.