Rumah Peradaban Lambanapu

Rumah Peradaban Lambanapu

Lampanapu, Sumba – Pusat Penelitian Arkeologi Nasional kembali melakukan upaya penyebarluasan informasi hasil penelitian melalui kegiatan Rumah Peradaban Lambanapu yang diselenggarakan pada 9 - 13 April 2018 di Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur. Kegiatan Rumah Peradaban Lambanapu terselenggara atas kerjasama antara Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, Balai Arkeologi Bali, dan Pemerintah Daerah Kabupaten Sumba Timur.

Sumba Timur merupakan wilayah penting dalam rangkaian persebaran leluhur Austronesia di Nusantara yang terjadi sejak 3.500 tahun yang lalu. Para leluhur Austronesia menyebar ke pulau – Pulau di Nusantara berkat perkembangan teknologi pelayaran, persebaran tersebut terjadi hingga wilayah timur di Indonesia yaitu wilayah sumba. Bukti – bukti tinggalan budaya dan hunian leluhur Austronesia dapat dijumpai di Situs Lambanapu.

Situs Lambanapu merupakan salah satu situs arkeologi yang cukup penting di Indonesia untuk mempelajari perkembangan hunian serta budaya Austronesia. Meskipun demikian, masih banyak masyarakat Sumba yang belum mengetahui Situs Lambanapu dan nilai – nilai penting didalamnya. Kegiatan Rumah Peradaban Lambanapu merupakan sebuah langkah untuk memperkenalkan nilai –nilai penting Situs Lambanapu kepada masyarakat sehingga tubuh rasa menghargai dan rasa ingin melestarikan warisan perdaban leluhur.

Kegiatan Rumah Perdaban Lambanapu diikuti oleh 1.000 peserta yang terdiri dari 400 siswa SMA, 200 siswa SMP, 200 Siswa SD, 50 Mahasiswa, dan 150 peserta umum. Kegiatan Rumah Peradaban Lambanapu yang diikuti oleh para peserta terbagi menjadi beberapa kegiatan, diantaranya: Sosialisasi hasil – hasil penelitian di Sumba, Kunjungan peserta ke Situs Lambanapu, Kunjungan ke sekolah Kecamatan Umalulu, Workshop pembuatan casting artefak, pameran artefak, kuis interaktif, dan pengisian kuesioner.

Dalam pelaksanaannya, turut hadir Kepala Pusat Penelitian Arkeologi Nasional yang menjelaskan bahwa Sumba memiliki potensi budaya yang sangat besar, Salah satu buktinya adalah Situs Lambanapu. Situs Lambanapu adalah sebuah aset yang tentu harus disediakan akses sehingga dapat dimanfaatkan kegiatan wisata. Lebih lanjut, nilai – nilai pentingnya diharapkan menjadi karakter bagi masyarakat Sumba. Bupati Sumba dalam sambutannya juga menaruh harapan yang besar akan adanya kegiatan Rumah Peradaban Lambanapu. Situs Lambanapu diharapkan mampu menjadi destinasi wisata yang juga menyebarkan dan memperkuat nilai – nilai kebangsaan sehingga mampu mewujudkan Sumba sebagai bagian yang tidak dipisahkan dari wawsan nusantara. Dalam paparan lainnya, Prof. Dr. Truman Simanjuntak sebagai narasumber menjelaskan mengenai sejarah kebudayaan Sumba. Beliau mengatakan Situs Lambanapu merupakan salah satu kampung leluhur masyarakat Sumba yang juga menjadi bukti migrasi Austronesia. Keberadaanya dapat dimanfaatkan menjadi sarana edukasi, penelitian, dan pengembangan pariwisata, dengan kata lain tinggalan arkeologi yang ada dapat bermanfaat untuk pendidikan, kemajuan ilmu pengetahuan, nasionalisme jati diri, meningkatkan ekonomi masyarakat serta menjadi landasan peradaban Sumba dan Indonesia di masa depan.

Upaya pemasyarakatan hasil penelitian arkeologi melalui kegiatan Rumah Peradaban Lambanapu diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya melestarikan warisan leluhur. Rumah Peradaban Lambanapu merupakan aktualisasi dan revitalisasi nilai – nilai sejarah dan budaya untuk memberi kontribusi bagi pengokohan jati diri serta budaya bangsa pada masa kini.