Sosialisasi Rumah Peradaban “Kadatuan Sriwijaya”

Sosialisasi Rumah Peradaban “Kadatuan Sriwijaya”

Palembang, Sumatera Selatan - Dalam upaya peningkatan penyebarluasan informasi hasil penelitian arkeologi yang melibatkan interaksi masyarakat Pusat Penelitian Arkeologi Nasional melaksanakan kegiatan sosialisasi Rumah Peradaban Kadatuan Sriwijaya pada tanggal 16 Agustus 2017 di Pendopo Taman Wisata Kerajaan Sriwijaya, Karanganyar, Sumatera Selatan.

Sosialisai dibuka secara resmi oleh Asisten Administrasi dan umum Setda Provinsi Sumatera Selatan (Asisten III) Joko Imam Sentosa. Kepala Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, I Made Geria pada kegiatan ini menyampaikan rumah peradaban sebagai media pembelajaran pemahaman keberagaman. Hadirnya Rumah Peradaban diharapkan bermanfaat dalam memberikan pemahaman tentang sejarah dan nilai-nilai budaya masa lampau dalam upaya mencerdaskan bangsa, menumbuhkan semangat kebangsaan, sumber inspirasi bagi pengembangan budaya berkepribadian untuk membangun insan berkarakter.

Peserta Sosialisasi lebih kurang 200 orang yang terdiri dari pelajar SMA, Mahasiswa, dan komunitas pecinta sejarah, disamping itu juga hadir dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Prov. Sumatera Selatan, Dinas Pendidikan Sumatera Selatan, UPTD Taman Wisata Kerajaan Sriwijaya, Dinas Pendidikan Kota Palembang, Dinas Pariwisata Kota Palembang, Museum Bala Putra Dewa, Museum Sultan Mahmud Badarudin, Yayasan Buddha Kirti, Persekutuan Walubi, Parisada Hindu Darma Sumatera Selatan, Bante Atimedho dan awak media.

Kegiatan sosialisasi menghadirkan narasumber yaitu Bambang Budi Utomo Peneliti pada Pusat Penelitian Arkeologi Nasional yang memberikan paparan tentang Kedatuan Sriwijaya dan Budi Wiyana, Kepala Balai Arkeologi Sumatera Selatan yang memaparkan mengenai Situs Lahan Basah Pantai Timur Sumsel Pra-Sriwijaya.

Masih dalam rangkaian kegiatan sosialisasi adalah kegiatan kunjungan situs. Pada sesi ini para peserta sosialisasi mengunjungi Situs Gede Ing Suro yang Berlokasi di Kecamatan Ilir timur II Palembang. Para peserta diajak untuk mengenal tinggalan budaya Situs Gede Ing Suro yang merupakan kompleks Candi yang dijadikan makam. Ki Gde Ing Suro merupakan tokoh utama dibalik berdirinya Kesultanan Palembang. Ia adalah putra Ki Gde Ing Lautan, salah satu dari 24 bangsawan dari Demak yang datang ke Palembang. Para peserta sangat antusias dengan kegiatan ini, walaupun matahari sangat terik terlihat peserta tetap bersemangat dan melakukan tanya-jawab selama kegiatan berlangsung. Setelah kegiatan kunjungan situs selesai peserta semua kembali menuju Pendopo Taman Wisata Kerajaan Sriwijaya. Semoga dengan kegiatan sosialisasi Rumah Peradaban seperti ini generasi muda khususnya dan masyarakat pada umumnya dapat menumbuhkan semangat kecintaan terhadap budaya yang dimiliki bangsa Indonesia di tengah globalisasi dan modernisasi.