Buku Pengayaan

  • Ayo Mengenal Tinggalan Budaya "Lamuri" Negeri Persinggahan Para Pedagang Di Tepi Selat Malaka

    Situs Lamreh di Aceh Besar menyimpan potensi arkeologi yang berlimpah dikaitkan dengan keberadaan bandar kuna dan Kerajaan Lamuri yang telah dikenal sejak abad ke-10 hingga abad ke-15. Dalam dunia pelayaran, Lamuri terletak pada jalur pelayaran perniagaan internasional, jalur pelayaran ini lah yang kemudian dikenal dengan nama Jalur Rempah (spice routes). Sebagai titik persinggahan, titik pertemuan dari aliran manusia dan barang, diikuti pula dengan munculnya ide-ide, gagasan baru dari berbagai orang dengan latar belakang budaya yang berbeda.

    DOWNLOAD
  • Kisah Pu Sendok

    Buku yang mengangkat kisah Pu Sindok yaitu raja yang mempunyai visioner ke depan. Ia-lah raja yang memindahkan ibukota Kerajaan Mataram dari Jawa Tengah ke Jawa Timur pada tahun 929. Selain itu Pu Sindok adalah raja yang sangat besar toleransinya dalam keberagaman, baik dalam bermasyarakat maupun dalam beragama. Pada masa pemerintahannya banyak didirikan bangunan-bangunan suci dan petirthaan. Di Kabupaten Nganjuk sendiri setidaknya ada tiga candi Hindu dari tiga masa yang berbeda yaitu Candi Lor, Candi Ngetos, dan Candi Banjarsari.

    DOWNLOAD
  • Alat Peraga dan Buku Pengayaan Digital Kisah Airlangga

    DOWNLOAD
  • Berkelana Menembus Ruang dan Waktu Di Situs Song Terus

    Hai Sahabat Arkeo, apakah kalian pernah mengunjungi Kabupaten Pacitan?

    Ya benar sekali Kabupaten Pacitan terletak di Provinsi Jawa Timur. Begitu banyaknya situs dan peninggalan arkeologi membuat wilayah ini layaknya sebuah ibu kota di masa Prasejarah. Pacitan tidak hanya penting bagi para arkeolog sebagai kawasan paling ideal untuk merekonstruksi kebudayaan prasejarah. Wilayah ini juga menyimpan berbagai bukti evolusi lingkungan yang terjadi sejak jutaan tahun yang lalu. Silih bergantinya kondisi lingkungan terekam baik di Pacitan, diikuti oleh jejak-jejak adaptasi manusia yang menghuninya setidaknya sejak 300.000 tahun yang lalu.

    DOWNLOAD
  • Arca-Arca Masa Hindu-Buddha Di Pekalongan

    Lokasi Pekalongan yang berada di sebelah barat dari pusat pemerintahan Mataram kuna (Jawa Tengah Bagian selatan) membuat temuan arkeologi masa Hindu-Buddha dikawasan ini memiliki ciri tersendiri yang sedikit berbeda dengan apa yang berkembang di pusat Mataram kuna.
    Nilai penting dari temuan arkeologi di Pekalongan yaitu masyarakat Pekalongan kuna adalah masyarakat yang religius, terbuka terhadap sesuatu yang datang dari luar, serta masyarakat yang kreatif dan cerdas karena mereka meramu pengaruh Hindu-Buddha yang datang menjadi sesuatu yang sesuai dengan ”keinginan” masyarakatnya pada masa itu (local genius).

    DOWNLOAD
  • Kisah Airlangga

    Tinggalan arkeologi yang paling dominan di Kabupaten Lamongan adalah tinggalan dari masa Raja Airlangga (1019-1042) yang bergelar Śrī Māhāraja Rakai Halu Śrī Dharmawangsa Airlangga Anantawikramatunggadewa. Saat Airlangga menjadi raja memperlihatkan bahwa masyarakat pada masa itu telah terbuka dan menerima adanya pluralisme dan menjadi identitas lokal masyarakat Lamongan sampai kini.

    DOWNLOAD
  • Wisata Edukasi Peradaban Sumba Di Museum Lapangan Lambanapu

    Situs Lambanapu merupakan salah satu situs prasejarah yang di dalamnya ditemukan jejak-jejak leluhur Lambanapu pada masa lalu

    DOWNLOAD
  • Mengungkap Peradaban Besi Danau Matano

    Danau Matano adalah salah satu tempat bersejarah tidak hanya untuk Indonesia tetapi juga untuk Kawasan Asia Tenggara karena merupakan salah satu situs pengolahan logam tertua di kawasan tersebut. Masyarakat Danau Matano merupakan salah satu bukti akan majunya manusia Indonesia dalam bidang sains dan teknologi. Kemampuan kita mengolah logam khususnya besi membuat peradaban Bangsa Indonesia terbilang paling maju pada masa lalu di Kawasan Asia Tenggara bahkan dengan Kawasan Kepulauan Pasifik. Besi menjadi komoditas yang penting dalam membentuk peradaban dan situs-situs di Danau Matano membuktikan bahwa kita mampu mengolah dan memproduksi secara mandiri. Penelitian ke depan tim akan lebih banyak lagi menggali potensi arkeologi di Kawasan Danau Matano untuk mengungkap secara utuh Peradaban Danau Matano. Tim penelitian dan Lembaga Adat Matano akan bekerjasama dalam menyusun sejarah Kerajaan Matano dan budayanya secara komprchensif dan sesuai dengan kaidah ilmiah agar generasi penerus, tidak hanya di Kawasan Danau Matano tetapi masyarakat Indonesia dapat mengenal, memahami, mencintai sejarahnya secara utuh.

    DOWNLOAD
  • Sampung Bone Industries

    Gua Lawa merupakan sebuah situs hunian manusia pada masa lampau (prasejarah). Situs ini sangat legendaris karena mempunyai ciri/karakter tinggalan budaya yang sangat unik, yaitu berupa produksi alat-alat tulang atau yang lebih dikenal dengan eponym 'Sampung Bone Industries'. Gua Lawa sebagai situs prasejarah yang mempunyai karakter tinggalan budaya sangat khas tersebut sampai sekarang masih belum diteliti secara intensif. Situs ini pertama kali digali oleh J.C van Es, seorang geologist berkebangsaan Belanda pada tahun 1926, dan kemudian dilanjutkan oleh Van Stein Callenfels pada tahun 1928 - 1931. Puslit Arkenas sendiri mulai 'terjun' meneliti situs ini pada tahun 2000-2001 dan 2008. Setelah mengalami kevakuman selama 11 tahun, penelitian di Situs Gua Lawa mulai dilanjutkan lagi pada tahun 2019 atas 'instruksi' Kepala Badan Litbang Kemdikbud.

    DOWNLOAD
  • Trinil: Situs Manusia Purba di Ngawi, Jawa Timur

    Situs Trinil merupakan salah satu situs prasejarah yang penting bukan hanya untuk Indonesia melainkan juga untuk dunia.

    DOWNLOAD
  • Peradaban Hindu Buddha Pekalongan

    Survei arkeologi yang dilakukan oleh Pusat Penelitian Arkeologi Nasional bekerja sama dengan EFEO (École française d’Extrême-Orient)-Perancis memperlihatkan distribusi sebaran situs arkeologi di wilayah Kabupaten Pekalongan paling utara di temukan di situs Gumuk Sigit yang berada di desa Rejosari, Kecamatan Bojong yang dipertanggalkan sekitar abad ke-9/10 M. Selain itu sejumlah temuan penting dari periode Hindu-Buddha yang ditemukan dapat menjadi penanda masa pada periode Hindu Buddha di Pekalongan.

    DOWNLOAD
  • Berpetualang ke Pulagan Yuk!

    Kata ‘Subak’ pertama kali muncul dalam Prasasti Pandak Badung yang berangka tahun 1072 Masehi. Kata Subak mengacu pada sebuah lembaga social – keagamaan yang unik, yang dilakukan oleh petani dalam mengatur penggunaan air irigasi untuk pertumbuhan padi. Sebagai lembaga pengelola sumber daya air, subak terdiri dari kumpulan petani-petani pemakai air irigasi dan bersifat sosial-teknis-religius serta otonom baik ke dalam maupun keluar. Inilah kearifan lokal yang dapat kita temukan dari persawahan di Bali.

    DOWNLOAD
  • Arkeologi Perbatasan Natuna: Perlintasan Budaya dan Niaga

    Pulau Natuna adalah bagian dari gugusan Kepulauan Riau; Posisinya terletak paling utara atau paling depan dari wilayah Indonesia. Nama Natuna kini lebih dikenal dengan sebutan “Blok Natuna”, sebuah julukan bagi perairan yang kaya cadangan minyak. Nyatanya Natuna lebih dari itu, kepulauan ini memiliki identitas budaya yang dapat ditarik jauh kebelakang. Dalam 5 tahun terakhir bukti-bukti arkeologi mulai terungkap. Dari keletakan pulau ini paling tidak dapat diperkirakan asal-usul dan migrasi penduduk, khususnya di Nusantara.

    DOWNLOAD
  • Ratu Kalinyamat Sejarah atau Mitos?

    Raden Ajeng Kartini bukan satu-satunya pejuang wanita Jepara. Jauh sebelumnya di kota ukir ini telah lahir sosok wanita-wanita tangguh yang mampu membawa nama Jepara harum Indonesia karena tercatat dalam sejarah. Kedua wanita itu adalah Ratu Shima yang membawa kejayaan Kerajaan Kalingga dan Ratu Kalinyamat sebagai pendiri kerajaan Maritim terkuat di jaman Kerajaan Mataram.

    DOWNLOAD
  • Nuat Bkau Gua Hunian Manusia Prasejarah di Kupang

    Di wilayah Pulau Timor banyak terdapat berbagai tinggalan arkeologis yang sangat melimpah, mulai dari budaya tertua yang berasal dari jutaan tahum silam sampai tradisi-tradisi berlanjut yang masih bertahan sampai sekarang. Salah satu potensi tinggalan arkeologis di wilayah bagian timur Nusantara (Provinsi NTT) ini adalah banyaknya gua-gua alam yang pernah dipakai sebagai ajang hunian pada masa prasejarah, terutama di Pulau Rote dan Flores. Namun di wilayah Kabupaten Kupang masih sangat jarang ditemukan situs-situs gua hunian, tercatat hanya Gua Oelnaek di daerah Camplong. Baru pada tahun 2017 lalu ditemukan gua baru di wilayah Kupang yang mempunyai indikasi sebagai lokasi hunian manusia prasejarah, gua ini bernama Nuat Bkau.

    DOWNLOAD
  • Berpetualang ke Sumba Yuuk!

    Lokasi penelitian Puslitarkenas kali ini terletak di Sumba bagian timur. Wilayah kabupaten Sumba Timur di sebelah selatan merupakan daerah yang berbukit-bukit namun bertanah subur. Sedangkan di bagian utara adalah dataran berbatu yang kurang subur. Meski demikian, Sumba Timur memiliki keindahan alam yang sungguh mempesona. Dalam penelitian kali ini, para arkeolog mengunjungi Kelurahan Lambanapu di Kecamatan Kanbera, yang hanya berjarak 6 kilometer dari Waingapu, ibukota Kabupaten Sumba Timur.

    DOWNLOAD
  • Menepis Kabut Pawitra

    Situs Gunung Penanggungan menempati posisi yang terbilang istimewa dalam sejarah kebudayaan Indonesia. Di gunung yang di masa lalu dianggap suci ini, banyak dijumpai bangunan purbakala dalam berbagai bentuk dan jenisnya. Ia akhirnya menjadi gunung terkaya yang pernah dimiliki dunia arkeologi Indonesia. Kepurbakalaan yang ada seolah mengisi kekosongan catatan sejarah di masa peralihan, antara masa Majapahit Akhir hingga mulai berkembangnya pengaruh Islam di Nusantara. Bukti-bukti arkeologis itu tentunya tetap harus terjaga keberadaannya sebagai sumber kajian dalam upaya pengembangan pengetahuan sejarah-budaya pada masa-masa yang diwakilinya.

    DOWNLOAD
  • Situs Percandian Bumiayu: Berkembang dalam Toleransi

    Sejumlah penelitian telah dilakukan oleh (Pusat Penelian Arkeologi Nasional atau Balai Arkeologi Sumatera Selatan, dalam penelitian itu berhasil ditampakkan sembilan kelompok bangunan yang semula terlihat sebagai gundukan tanah. Selain bangunan, ditemukan pula beberapa arca, baik dari batu putih atau batu hitam, seperti arca Siwa, Agastya, Nandi, Stambha, serta lima arca tokoh. Sebuah kendi berisi lempengan emas bertulis --sekarang disimpan di Museum Balaputradewa-- juga ditemukan. Di lempengan itu tertulis nama-nama Dewa Bumi, Dewa Api, atau Akaśa. Hasil penelitian menyimpulkan, berdasarkan tinjauan paleografis terhadap batu bertulis dan berhias yang ditemukan, Situs Percandian Bumiayu diduga berasal abad ke-9 sampai 13 Masehi. Temuan artefak-artefak keramik Tiongkok masa Dinasti Sung (abad ke-10 sampai 13 Masehi) pun turut mendukung kesimpulan itu. Ada pendapat, dalam rentang waktu tersebut, Situs Percandian Bumiayu menunjukkan tiga tahap perkembangan sejarah, budaya, dan agama. Yaitu, periode abad ke-9 sampai 10 Masehi, periode abad ke-10 sampai 12 Masehi, serta periode abad ke-13 Masehi. Setelah persoalan kronologi ini, hasil penelitian menyimpulkan bahwa Situs Percandian Bumiayu, selain berlatar agama Hindu, juga mengindikasikan adanya aliran Tantris (Agama Buddha).

    DOWNLOAD
  • Keindahan Tersembunyi di Bhumi Kāḍiri

    Nama Kāḍiri pertama kali muncul pada masa pemerintahan Raja Airlangga yang disebut dalam Prasasti Pamotan (1042). Selain itu disebutkan pula dalam Prasasti Malenga (1052) dan Prasasti Sumengka (1059) yang dikeluarkan oleh Raja Samarotsaha, yaitu salah satu putra Raja Airlangga. Kāḍiri merupakan bagian dari dan berkembang sebagai pusat pemerintahan Raja Airlangga sejak awal abad ke-11 – 13 M, bahkan masih dianggap penting hingga masa Majapahit akhir. Dalam Berita Tionghoa juga disebutkan bahwa Kāḍiri merupakan kerajaan besar dengan pengaruhnya hingga kewilayah timur Nusantara. Sistem pemerintahannya juga dikenal sudah tertata dengan baik.

    DOWNLOAD
  • Jelajah Pusaka Alam dan Budaya Lemah Abang, Pekalongan

    Penelitian terhadap tinggalan arkeologi di Pekalongan paling awal sudah dilakukan oleh Th.St. Raffles yang kemudian menuliskannya di dalam buku yang berjudul “History of Java” tahun 1817. Penelitian arkeologi di Pekalongan baru dilakukan oleh Pusat Penelitian Arkeologi Nasional tahun 1975. Penelitian tersebut berhasil menemukan sejumlah arca kuno, sisa bangunan dan temuan lainnya. Sebagian besar temuan tersebut disimpan di Museum Ranggawarsita Semarang (Satari 1975:23). Hasil penelitian arkeologi di daerah Lemah Abang (2016) memberi informasi bahwa daerah seperti Doro dan sekitarnya kemungkinan telah dihuni sejak awal masehi. Hal ini didasarkan pada hasil analisis laboratorium dengan metode C-14 yang memberikan pertanggalan sekitar 2000 tahun yang lalu. Tampaknya ini adalah jejak arkeologis paling tua bagi petunjuk adanya komunitas atau hunian awal di Pekalongan.

    DOWNLOAD
  • Mari mengenal Megalitik Pasemah

    Peninggalan-peninggalan budaya Megalitik Bumi Pasemah, menunjukkan keagungan dan mengandung unsur kemegahan, dengan bentuknya yang khas, unik, dan langka. Peninggalan megalitik tersebut, beberapa diantaranya memberikan kesan monumental, sekaligus sakral. Hal ini diperkuat oleh posisi peninggalan yang berada di dataran tinggi, dengan tinggalan megalitik yang sengaja diarahkan menghadap ke Gunung Dempo.

    DOWNLOAD
  • Berpetualang ke Karawang Yuuk!

    Situs Tanjungsari terletak di Kabupaten Karawang, tepatnya di Kampung Talun Dadap, Desa Tanjungsari, Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Peninggalan budaya masa lalu berupa artefak di situs Tanjungsari memiliki kemiripan dengan artefak-artefak dari situs Buni di Bekasi dan situs Batujaya di Karawang. Artefak yang memiliki kemiripan yaitu bentuk dan pola hiasan wadah-wadah tembikar yang ditemukan, manik-manik, serta pola penguburan manusianya.
    Kebudayaan di ambang akhir masa prasejarah di wilayah Bekasi dan Karawang tersebut dikenal dengan istilah Kebudayaan Buni.

    DOWNLOAD
  • Bencana dan Peradaban Tambora 1815

    Indonesia sebagaimana diketahui dikenal dunia sebagai negeri yang paling banyak memiliki gunung berapi . Gunung Tambora hanya salah satu di antara 127 gunung lain yang berada di dalam kawasn cincin api. Gunung ini istimewa karena meletus sangat hebat pada tahun 1815, dan melenyapkaan peradaban Tambora dan Pekat, bahkan merubah iklim dunia. Dalam dec-ade lalu Pusat Penelitian Arkeologi Naional dan Balai Arkeologi Denpasar mulai intensif melakukan penelitian di sini. Dari sanalah banyak hal telah diungkap dan dimaknai tentang peradaban Tambora yang sebelumnya tidak banyak diketahui.

    DOWNLOAD
  • Situs Gunung Penanggungan

    Situs Gunung Penanggungan menempati posisi yang terbilang istimewa dalam sejarah kebudayaan Indonesia. Di gunung yang di masa lalu dianggap suci ini, banyak dijumpai bangunan purbakala dalam berbagai bentuk dan jenisnya. Ia akhirnya menjadi gunung terkayayang pernahdimiliki duniaarkeologi Indonesia. Kepurbakalaan yang ada seolah mengisi kekosongan catatan sejarah di masa peralihan, antara masa Majapahit Akhir hingga mulai berkembangnya pengaruh Islam di Nusantara.

    DOWNLOAD
  • Rumah Peradaban Sriwijaya

    Pengembangan pengetahuan tentang Kadatuan Sriwijaya tak ubahnya sebuah kisah Perjalanan Suci atau Mangalap Siddhayatra, kata yang tertulis dalam Prasasti Kedukan Bukit. Kita tak pernah tahu kapan perjalanan itu akan berakhir. Bahkan bisa jadi, memang tak akan pernah berakhir. Ketika sebuah data baru ditemukan, ketika sebuah tafsir baru dikemukakan, di situlah baru akan disadari bahwa Perjalanan Suci ini memang tiada berujung. Kisah yang telah terangkai dan disepakati bersama

    DOWNLOAD
  • Berpetualang Ke Gua Harimau

    Kali ini kami, Kak Arko dan Kak Lolita, akan mengajak kalian berpetualang menjelajah ke masa lampau untuk menguak misteri tentang asal-usul leluhur kita. Pernahkah kalian bertanya, siapakah mereka? Dari mana asal-usulnya? Bagaimana mereka hidup? Nah, ilmu yang mempelajari kehidupan di masa lampau melalui peninggalan-peninggalannya dinamakan Arkeologi. Sedangkan orang yang melakukan penelitian tersebut dinamakan Arkeolog, atau ahli purbakala. Itulah kami!

    DOWNLOAD
  • Pesona Budaya Sumba

    Pulau Sumba yang dikelilingi lautan ini memiliki pemandangan yang sangat cantik. Lingkungan alam yang masih asri dengan padang savana yang terbentang luas, ternak-ternak yang dibiarkan bebas berkeliaran di alam, hutan yang terjaga dan pantai perawan yang berombak besar membuat Sumba sangat menarik untuk dikunjungi. Pesona Sumba semakin terasa ketika ritual mulai bicara, dimana ritual yang berintikan pada pemujaan leluhur ini menjadi tujuan hidup mereka

    DOWNLOAD
  • Mari ke Sangiran

    Sangiran sebuah laboratorium kehidupan purba dengan kekayaan tinggalan yang dikandungnya. Di situs tersingkap lapisan-lapisan tanah yang menggambarkan evolusi lingkungan sejak sekitar 2,5 juta tahun yang lalu hingga sekarang. Lapisan tanah pengandung fosil dan artefak purba sangatlah tebal mencapai ratusan meter hingga menjadikannya kawasan penting bagi penelusuran kehidupan purba.

    DOWNLOAD
  • Rumah Peradaban MedalSari

    “Belajar dari masa lampau”, itulah landasan konsep Rumah Peradaban. Dalam proses pembelajaran itu, Nilai dan capaian-capaian leluhur-leluhur masa lalu di bumi Nusantara perlu diteliti dan diaktualisasikan untuk landasan peradaban masa kini. Perkembangan sejarah, budaya, dan nilai-nilaiitu sekaligus menjadi sumber inspirasi dan pengembangan dalam membangun bangsa yang berkeindonesiaan ke depan.

    DOWNLOAD
  • Ke Gua Harimau, Siapa Takut ?

    Apa sih hubungan Gua Harimau dengan Rumah Peradaban? Pertanyaan ini bisa saja muncul ketika membaca judul di atas. Begini, Gua Harimau pernah dihuni manusia ribuan, bahkan puluhan ribu tahun yang lalu. Berbagai sisa kehidupan mereka terdepositkan di dalam lapisan-lapisan tanah di lantai gua, hingga sebagian ditemukan dalam penelitian. Sisa-sisa itulah yang menjelaskan kepada kita jika di masa silam gua ini dihuni manusia turun temurun dari generasi ke generasi.

     

    DOWNLOAD
  • Mempelajari Leluhur Dari Gua Harimau

    Penelitian tentang jejak-jejak peninggalan manusia prasejarah di Gua Harimau, Desa Padang Bin­du, Kecamatan Semidang Aji, Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan sejak 2009 lalu oleh Pusat Penelitian Arkeologi Nasional membuka tabir kekayaan tinggalan arkeologis yang luar biasa. Salah satu di antaranya adalah ditemukannya lukisan-lukisan cadas di dinding gua yang selama ini belum ditemukan di Sumatera, juga peninggalan-peninggalan bekal kubur dari logam yang mengindikasikan bahwa manusia prasejarah di Gua Harimau telah berhubungan dengan dunia luar sejak ribuan tahun lalu.

    DOWNLOAD